post
Print Friendly, PDF & Email
Islam & Melayu di Borneo

Version1.0.0
Download83
Stock
File Size1.15 MB
Create DateDecember 10, 2015
Download

PENGANTAR

Kalimantan merupakan pulau ketiga terluas di dunia. Namun belum terlalu banyak informasi akademik mengenai pulau ini dan penghuninya. Ada yang menggelarinya ‘insula incognita’. Bahkan, ada yang menyebut pulau ini hampir tidak memiliki sejarah, Vlekke (2010:6) menulis begini, ”Jadi sebagian besar sejarah Kepulauan Indonesia, walaupun tentu tidak semuanya, adalah sejarah Jawa. Sumatera juga punya peran penting dalam sejarah, khususnya bagian timur dan utaranya. Namun pedalaman Kalimantan dan Sulawesi dapat dibilang tidak punya sejarah sama sekali, karena hanya wilayah pantai yang terpengaruh Jawa dan Sumatera. Maluku menarik perhatian seluruh dunia selama beberapa abad tetapi sekarang berperan pasif.” Pernyataan Vlekke di atas dan pernyataan sejumlah ilmuwan lain telah mendorong penulis untuk mengamati dan menulis beberapa hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat di pulau ini. Tulisan yang hadir di hadapan pembaca ini merupakan hasil dari minat penulis mengenai berbagai masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Melayu-Islam di Kalimantan Barat. Sebagian tulisan dalam buku ini pernah penulis tampilkan untuk forum diskusi atau seminar dan belum dipublikasikan secara luas. Mudah-mudahan karya kecil ini bersama karya-karya mengenai Pulau Kalimantan yang semakin banyak akhirakhir ini memberikan sumbangan sedikit untuk mengatasi kekurangan informasi tersebut. Banyak pihak yang berjasa dalam menghasilkan karya ini. Untuk itu saya menghaturkan ribuan terima kasih kepada masyakat Embau khususnya yang yang menjadi sumber data utama dalam beberapa tulisan ini. Terima kasih pula kepada Saudara Fahmi Ichwan yang telah mendesain tampilan buku ini. Terakhir dan yang tak kalah pentingnya terima kasih kepada keluarga atas dukungan terus-menerus, terutama isteri Puspita Yusfar dan anak-anak Sophia, Ruzbihan, dan Hilmi. Penulis menyadari bahwa tak ada karya yang sempurna, oleh karena itu kritik dan saran pembaca untuk perbaikan karya berikutnya sangat diharapkan.