Print Friendly, PDF & Email

DR. H. HERMANSYAH, M.AG
DARI AKADEMISI KE BIROKRASI

Wakil Rektor I bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Hermansyah, M. Ag, tak pernah berpikir akan berada di posisinya yang sekarang ini. Secara pribadi, Herman nama panggilannya, menuturkan, bahwa ia tidak pernah menargetkan pencapaian  individu.

“Saya tidak pernah menargetkan sesuatu untuk diraih,  terutama dalam hal pencapaian individu. Hanya saja ketika mengerjakan sesuatu, kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan mengerti untuk apa kita melakukan itu. Dalam hal organisasi target merupakan sesuatu yang penting. Dari sanalah kita mengukur keberhasilan kinerja kita,” tuturnya.

Pria kelahiran Jongkong, 1 Juli 1973 ini termasuk salah satu akademisi dan peneliti yang relatif konsisten berkarya di IAIN Pontianak. Terbukti dari puluhan karya tulisan yang telah dihasilkan baik itu berupa artikel, makalah, penelitian, jurnal, maupun buku.

Herman juga pernah terlibat dalam pertemuan ilmiah di tingkat lokal dan nasional. Beberapa negara pernah dikunjunginya untuk kepentingan yang sama yakni Malaysia, Brunei, dan Thailand. Pencapaiannya di bidang akademis tersebut membuat ia dinobatkan menjadi Pemuda Emas Kalimantan Barat pada tahun 2007, penghargaan yang diberikan oleh KNPI Kalbar dan LP2ES.

Dia begitu menikmati, perannya sebagai akademisi dan peneliti di IAIN Pontianak. Dia juga tidak menutup diri untuk berada di dalam lingkungan birokrasi perguruan tinggi. Prinsip ayah tiga anak ini adalah bagaimana menjalani sesuatu dengan sungguh-sungguh dan punya visi misi yang jelas selama menjabat.

“Birokrasi di perguruan tinggi bukanlah birokrasi murni seperti di institusi-institusi pemerintahan lain, karenanya kapanpun saya dibutuhkan lembaga maka saya harus siap menjalankannya, asal sungguh-sungguh dan punya visi misi yang jelas”, ujarnya.

Menurut Herman, menjadi Pembantu Ketua III bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor I bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga merupakan suatu pengalaman yang bisa jadi pelajaran dalam hidup.

Herman menyelisik, pembagian tugas kerja pasti berbeda antara Puket III dan Warek I. Di Warek I ia menemukan tantangan yang lebih besar, hal itu disadarinya karena selama ini hanya bergelut pada rutinitas.

Oleh sebab itu, dalam rangka pengembangan lembaga dan akademik, dia menginginkan, setiap pekerjaan yang dilakukan pada semua lini harus sesuai dengan standar akreditasi, minimal standar BAN-PT.

Terkait standarisasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan akreditasi, Herman mengaku, bahwa kinerja dosen sebagai salah satu SDM yang berpengaruh dalam pengembangan lembaga dan akademik harus dioptimalkan.

Dia berpendapat, selama ini belum pernah melakukan audit kepada para dosen. Apakah mereka telah mengajar sesuai dengan kompetensi atau tidak. Kedepan dia juga berkeinginan setiap tahun para dosen memiliki kesempatan untuk membuat sebuah karya secara bergantian, baik itu penelitian maupun buku.

Selain itu, Herman juga menilai, pekerjaan di kampus ini masih sangat panjang, setelah alih status banyak lini yang harus dibenahi terutama terkait sumber daya manusia. Dosen-dosen yang ada akan didorong untuk menjadi lebih disiplin, bukan hanya soal absensi tapi juga soal mengumpulkan nilai, SAP, silabus, dan sebagainya.

“Apabila dosen telah diberi kesempatan untuk berkarya lebih banyak maka mereka juga harus menjalankan pekerjaannya dengan benar. Kedepan saya ingin pengembangan program-program studi berbasis akreditasi lembaga ini”, cetusnya.

“Pada masa mendatang IAIN Pontianak akan lebih berkembang, terutama dalam penerapan sistem kerja. Oleh karena itu, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk membantu proses pengembangan lembaga ini ke arah yang lebih baik”, lanjut dia.

Ada kesan yang ingin dia timbulkan, dalam membangun sistem yang baik di lingkungan IAIN. baginya, sistem tidak memandang posisi apapun, siapapun yang tak bekerja sesuai standar sistem, maka sistem itu sendiri yang akan menegur.

“Kerja sama dari seluruh pihak yang ada di IAIN Pontianak ini sangat diharapkan untuk menjadikan lembaga ini lebih baik di masa yang akan datang”, tambahnya.

Nama :
HERMANSYAH

Alamat :
Jl. Karet Komplek Karet Indah Blok AB No. A. 38 Pontianak

Email : 
hermansyahii@yahoo.com

Pendidikan : 

1. S1 IAIN Syarif Hidayatullah Pontianak (1997)
2. S2 IAIN Walisongo Semarang (2002)
3. S3 Universiti Kebangsaan Malaysia (2006)

Pekerjaan :

1. Dosen STAIN Pontianak (1998 – sekarang)
2. Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN Pontianak (2010 – 2014)
3. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Pontianak (2014-2018)

 

KARYA

2001, Ilmu Sebagai Sarana Pengislaman Masyarakat Ulu Kapuas: Sebuah Catatan Awal. Jurnal Khatulistiwa 1: 23-38

2002, Magi Ulu Kapuas: Kajian atas Ilmu masyarakat Melayu Embau. Tesis MA Program Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

2003, Unsur-unsur Tasawuf dalam magi Melayu Ulu Kapuas. Laporan Penelitian Pontianak: STAIN Pontianak.

2003, Peran H. Ahmad dalam permurnian Islam di Pedalaman Kalimantan. Dlm. Farid Mad Zain & Izzah Suryani Mat Resad (penyt.). Prosiding Dakwah Ulama Nusantara II: Peran Ulama Borneo, hlm. 200-209 Bangi: Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia.

2003, Islamisasi pedalaman Kalimantan Barat: Kajian atas peran Islam sufistik. Kertas kerja yang dibentangkan pada seminar LEPAS di Pontianak. 25 Maret.

2003, Bersama Yusriadi  Orang Embau : Potret Masyarakat Pedalaman Kalimantan. Pontianak : STAIN Pontianak Press,Yayasan  Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation.

2004, Keberagamaan masyarakat asli pedalaman Kalimantan: Studi atas masyarakat muslim Hulu Gurung. Laporan penelitian pada Balitbang dan Diklat Keagamaan Depag RI. Jakarta.

2005, Dinamika Identitas Etnik di Pedalaman Kalimantan Barat. dlm Dedy Ari Asfar, Yusriadi dan Hermansyah (pnyt). 2005. Etnisitas di Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2005, Magic pengasihan Melayu pedalamanan Kalimantan Barat. Dlm James T. Collins & Hermansyah (pnyt.). Prosiding persidangan antaraban. gsa The languages and literatures of western Borneo: 144 years research, hlm.  147-158. Bangi: Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia.

2005, Bersama James T. Collins (pnyt.). Prosiding persidangan antarabangsa The languages and literatures of western Borneo: 144 years research. Bangi: Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia.

2005, Bersama Zahry Abdullah. Upacara dalam kehamilan dan melahirkan masyarakat Ulu Kapuas. Dalam Dedy Ari Asfar, Yusriadi dan Hermansyah. Melayu Kalimantan Barat. 88-98. Pontianak: STAIN Pontianak Press

2005, Bersama Dedy Ari Asfar dan Yusriadi (pnyt). Melayu Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2005, Bersama Dedy Ari Asfar dan Yusriadi (pnyt). Etnisitas di Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2005, Islam dan Orang Embau Dlm. Yusriadi, Dedy Ari Asfar dan Hermansyah. Islam dan Etnisitas di Kalimatan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2005, Magic and Power: Beliefs and Mantra among the Upriver Malays of Kalimantan Barat, Indonesia. Makalah SEASREP  10th Anniversary Conference, Chiang Mai, Thailand. 8-9 Desember.

2006, Alam Orang Melayu: Kajian Ilmu di Embau, Kalimantan Barat Indonesia. Disertasi pada Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia.

2006, Kesinambungan Budaya di Alam Melayu: Bukti dari Pedalaman Kalimantan. Dlm. Chong Shin, Karim Harun dan Yabit Alas (pnyt). Reflections in Borneo Rivers. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2006, Islam di Pedalaman Kalimatan Barat: Potret Intraksi Islam dan Tradisi di Embau, Kapuas Hulu Makalah annual Conference Kajian Islam di Lembang Bandung 28-30 November.

2007, Agama dan Pendidikan Agama: Catatan Guru-guru di Kalimantan Barat (editor). Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2007, Sejarah Masuknya Islam ke Kalimantan Barat: Sebuah Tinjauan Umum Dlm. Pemuliharaan Sejarah dan Tamadun Borneo. Brunei: Pusat Sejarah

2007, Islam Orang Kanayatn: Potret Muallaf Desa Gunung, Dlm. Yusriadi. Dayak Islam di Kalimatan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2008, Melayu pedalaman Kalimantan Barat (potret masyarakat Embau, Kapuas Hulu). Dlm. Jiram Jamit. et.al.  Siri Prosiding kertas kerja seminar masyarakat peribumi cemerlang. Brunei: Akademi Pengajian Brunei, Universiti Brunei Darussalam. Semula merupakan makalah Seminar Serantau Masyarakat Peribumi Cemerlang di UBD.

2008, Al-Islam wa Thaqafah al-Mahliyah: Dirasat fi al-Mujtama’ ”Embau” fi “Kafuas Hulu” Kalimantan al-Ghorbiyah Dlm. Studia Islamika. Jurnal Internasional UIN Jakarta.

2009, Islam Pesisir: kajian atas kepercayaan dan amalan masyarakat di Teluk Harapan, Kalimantan Barat. Dlm. Jamil Hj Hamali. Islam di Borneo: sejarah, perkembangan dan isu-isu kontemporari. Shah Alam: Pusat Penerbitan Universiti, Universiti Teknologi Mara. Semula merupakan makalah dalam Seminar  Serantau Perkembangan Islam Borneo I di Sarawak.

2009, Islam dan Magic (editor). Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2009, Islam dan Melayu: Melacak Unsur-unsur Islam dalam Mantra Melayu Kalimantan Barat  makalah seminar Internasional Bahasa, Sastra, dan Budaya Melayu Nusantara Kerjasama Pusat Penelitian Kebudayaan Melayu Universitas Tanjungpura dan Akademi Pengajian Melayu Universiti Malaya, Maret.

2010, Bersama Erwin Mahrus dan Rusdi Sulaiman. Studi naskah tasawuf Abdul Malik bin Abu Bakar Krui Penengahan Lahai. Dlm. Jurnal Penelitian Keislaman. Mataram: Lemlit.

2010, Ilmu Gaib di Kalimantan Barat. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Ecole francaise d’Extreme-Orient, STAIN Pontianak, dan KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies.

2010, Damai: antara Cita dan Fakta. Pontianak: Nuffic dan STAIN Pontianak Press.

2010, Islam dari Pesisir sampai ke Pedalaman Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2010, Nilai-Nilai Filosofis Pembayaran Pajak (dalam buku Relasi antara Pajak & Kewajiban Zakat)

2010, Islam dan Multikulturalisme: Doktrin dan Pengalaman Sejarah (dalam Buku Damai antara Cita dan Fakta)

2010, Ulama dan Penulis Islam dari Kalimantan Barat yang Belum Dikenal. Makalah   Konferensi Antara Bangsa Islam Borneo kerjasama Universiti Teknologi MARA dan STAIN Pontianak 4-5 Oktober.

2011, Bersama Juniar Purba, Syarif I. Al-Qadrie, Yusriadi, Syamtasyiah. Sejarah  Penyebaran dan pengaruh Budaya Melayu di Kalimantan. Jakarta: Direktorat Nilai Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

2011, Bersama Tim. Sejarah Kesultanan Sambas Kalimantan Barat. Jakarta: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

2012, Pengembangan Islam di Pedalaman Kalimantan: Biografi H. Ahmad HAB. Pontianak: STAIN Pontianak Press

2013, Bersama Erwin dan Rusdi Sulaiman. Tasawuf di Kalimantan: Berdasarkan Naskah Haji Abdul Malik Penengahan Lahai. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

2013, Islam dan Toleransi Beragama dalam Masyarakat Muslim Kanayatn Dayak di Kalimantan Barat. Islamica: Jurnal Studi Keislaman. Surabaya: Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya Indonesia.

2014, Islam and Local Tradition in Indonesia: Al-Albab Borneo Journal of Religious Studies. Volume 3 Number 1 June.